Dua Hari Sepi Pembeli, Pelaku UMKM Tinggalkan Stand Pameran Pembangunan NTT
KUPANG, DETIK45 || 17 Agustus 2026 — Suasana Pameran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di arena pelataran Hotel Harper Kupang diwarnai keluhan dari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah seorang peserta mengaku terpaksa menutup dan meninggalkan stand karena produk yang dijual selama dua hari hampir tidak mendapatkan pembeli.
Pelaku UMKM tersebut, sebut saja Gusti (nama samaran), menyampaikan keluhan itu kepada media ini, Senin (17/8/2026), saat ditemui di arena Pameran Pembangunan NTT.
Menurut Gusti, keikutsertaannya dalam pameran pembangunan awalnya diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan penjualan produknya kepada masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan justru berbeda dari harapan.
“Sudah dua hari di sini tidak mendapatkan sesuatu yang menguntungkan. Saya harus kembali ke tempat jual asal di Pantai Tedis,” ujar Gusti.
Ia mengatakan, biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengikuti pameran tidak sebanding dengan hasil penjualan yang diperoleh. Produk yang dibawa untuk dipasarkan masih banyak tersisa karena minimnya pengunjung yang melakukan transaksi.
Gusti mengaku keputusan meninggalkan stand bukan karena tidak mendukung kegiatan Pameran Pembangunan NTT. Sebaliknya, ia berharap kegiatan seperti ini ke depan benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang menjadi peserta.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk memajang produk. Mereka berharap ada strategi yang dapat mendatangkan calon pembeli, sehingga keikutsertaan dalam pameran memberikan manfaat nyata.
“Kami datang ke sini tentu berharap ada pembeli. Kalau hanya membuka stand, tetapi tidak ada transaksi, kami juga mengalami kerugian,” katanya.
Ia berharap panitia dan pemerintah dapat mengevaluasi kondisi tersebut, terutama terkait promosi, penataan lokasi stand, arus pengunjung dan berbagai kegiatan pendukung yang dapat meningkatkan transaksi UMKM.
Keluhan tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah penyelenggaraan Pameran Pembangunan NTT 2026 yang mengikutsertakan ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Sebelumnya, dalam pembukaan Pameran Pembangunan NTT, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM dengan membeli produk-produk yang dipamerkan. Gubernur juga menyebut jumlah peserta UMKM dalam pameran tahun ini mendekati 600 pelaku usaha.
Pameran pembangunan diharapkan tidak hanya menjadi ajang menampilkan hasil pembangunan dan potensi daerah, tetapi juga menjadi ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Namun, pengalaman Gusti menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Bagi pelaku usaha kecil, pameran merupakan kesempatan penting untuk memperoleh pelanggan baru, memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan pendapatan.
Karena itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan pameran dinilai penting agar ke depan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pembeli.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga berharap masyarakat tidak sekadar datang melihat-lihat stand, tetapi turut membeli produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.
“Kami berharap pemerintah dan panitia membantu supaya UMKM benar-benar mendapatkan manfaat. Kami ingin ikut membangun ekonomi NTT, tetapi kami juga perlu pembeli agar usaha kami tetap berjalan,” tutup Gusti.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak panitia Pameran Pembangunan NTT terkait keluhan peserta yang memilih meninggalkan stand karena sepinya transaksi.





LEAVE A REPLY