Home Pendidikan Gempa Susulan Flores Capai 341 Kejadian, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks

Gempa Susulan Flores Capai 341 Kejadian, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks

62
0
SHARE
Gempa Susulan Flores Capai 341 Kejadian, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Informasi Hoaks

Kupang, DETIK45 || 16 Agustus 2026 — Stasiun Geofisika Kelas I Kupang mencatat sebanyak 341 gempa bumi susulan hingga Sabtu,15 Agustus 2026, pukul 19.00 WITA, setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Burchardus Vilarius Pape Man, S.Si., Kasubag Tata Usaha Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, dalam keterangannya terkait perkembangan aktivitas gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, dari 341 gempa susulan yang tercatat, gempa terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 2,5. Sementara itu, tercatat 15 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5,0 dan sebanyak 27 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

“Data sampai dengan pukul 19.00 WITA, total gempa bumi susulan sebanyak 341 kejadian. Terbesar magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 2,5. Gempa susulan di atas magnitudo 5 sebanyak 15 kejadian, sedangkan yang dirasakan masyarakat sebanyak 27 kejadian,” jelas Burchardus.

BMKG: Gempa Bumi Tidak Dapat Diprediksi

BMKG kembali mengingatkan masyarakat di Flores dan seluruh wilayah NTT agar tidak mudah mempercayai informasi yang menyebutkan akan terjadi gempa bumi besar dalam waktu tertentu.

Burchardus menegaskan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat, baik mengenai waktu, lokasi maupun kekuatannya.

“Kami perlu menekankan kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur bahwa sampai sekarang gempa bumi itu tidak bisa diprediksi. Kalau ada berita yang menyebutkan nanti akan terjadi gempa besar lagi, dipastikan informasi tersebut tidak benar,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar mendapatkan informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat juga disarankan mengunduh aplikasi Info BMKG melalui toko aplikasi pada telepon pintar masing-masing.

“Agar mendapatkan informasi yang paling update dan akurat, bukan hoaks, masyarakat bisa menggunakan aplikasi Info BMKG,” ujarnya.0

Sistem Peringatan Dini Tsunami Terus Dipantau
Terkait potensi tsunami, Burchardus menjelaskan bahwa sistem peringatan dini BMKG bekerja berdasarkan parameter gempa yang masuk, terutama apabila gempa terjadi di laut atau wilayah pesisir dengan kedalaman dan karakteristik tertentu yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Data gempa kemudian diolah secara cepat menggunakan pemodelan untuk menentukan apakah gempa tersebut berpotensi tsunami atau tidak.

Selain pemodelan, BMKG juga memantau kondisi permukaan air laut melalui perangkat deteksi tsunami yang dipasang di sejumlah lokasi, termasuk kawasan pelabuhan.

“Ketika parameter gempa masuk, secara model akan diolah dan memberikan peringatan apakah ada potensi tsunami. Alat-alat deteksi tsunami juga akan terus memonitor permukaan air laut sehingga informasi peringatan dapat terus diperbarui,” jelasnya.

Dalam perkembangan pemantauan tersebut, BMKG juga mencatat adanya perubahan muka air laut di sejumlah titik. Salah satunya di wilayah Labuan Bajo, dengan kenaikan muka air laut yang terdeteksi sekitar 0,3 meter.

Burchardus meminta masyarakat tetap tenang, namun waspada dan tidak mengabaikan informasi resmi apabila terjadi perubahan status peringatan tsunami.

Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Hoaks
BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai prediksi gempa susulan.

Masyarakat Flores dan seluruh NTT diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG.

“Sekali lagi, untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kebencanaan di Nusa Tenggara Timur maupun prakiraan cuaca, aplikasi BMKG sudah siap digunakan. Silakan diinstal untuk mendapatkan informasi resmi dan terkini mengenai kejadian gempa maupun kondisi cuaca,” pungkas Burchardus. (fm).