
Keterangan Gambar : Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan RI, Sophia Watimena menjawab pertanyaan Wartawan saat pemaparan dalam Konferensi Pers, tentang Assesment Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK, Senin, 6/4/20206).
KUPANG-DETIK45 || "Kami sampaikan bahwa hal-hal yang sudah dilakukan dan dikembangkan adalah kombinasi proses button up dan top down dari berbagai bidang. Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan RI, Sophia Watimena, menjawab pertanyaan Wartawan, saat pemaparan dalam Konferensi Pers, tentang Assesment Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK, Senin, 6/4/2026.
Sebagai Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan RI, Watimena kepada Wartawan menyampaikan bahwa, kerja kolaborasi jadi prosesi identifikasi risiko, hal ini melibatkan seluruh pemilik resiko, ini tujuannya adalah untuk pastikan bahwa semua satuan kerja harus paham tentang risiko.
Terutama risiko yang relevan dengan masing-masing dari permasalahan yang dialami.
Lanjut Sophia Watimena, proses ini juga diperkuat dengan pembahasan risiko oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan Satuan Kerja yang menjadi titik focal point.
Dalam Komite Manajemen risiko forum dalam hal ini ketuanya adalah saya sendiri dan diakhiri oleh seluruh anggota komisioner, nantinya ada pelaporan berkala rich infocus dalam rapat Dewan Komisioner.
Ini biasanya dilaporkan secara triwulan, tetapi kalau untuk koordinasi dengan fokal point, bisa dilakukan sewaktu-waktu minimal sebulan sekali.
Sistem tersebut sudah dilengkapi juga dengan sistem yang terintegrasi, kemudian untuk mengidentifikasi risiko itu kita memperhatikan konteks baik internal maupun eksternal, yang eksternal khususnya disampaikan oleh bapak ibu dan adik-adik ( jurnalis, red.), kami juga mengedepankan pengelolaan dan pelaporan risiko yang bersifat power looking, jadi tidak hanya bersifat historikal.
Tetapi untuk penguatan itu kita mengedepankan hal-hal yang bersifat power loocking, selanjutnya juga untuk penajaman indikator risiko.
Diharapkan manajemen risiko, OJK dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OJK agar berjalan lebih efektif, adaptif, tutur Sophia Watimena. (fm).





LEAVE A REPLY